Soal 1. Deskripsikan wilayah garapan / pokok-pokok Manajemen Sistem Informasi Pendidikan (MSIP)
Jawab:
Sistem informasi manajemen adalah system manusia/mesin yang terpadu, untuk menyajikan informasi guna mendukung fungsi operasi, manajemen dan pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi. Sistem ini menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak computer, sistem operasional prosedur, model manajemen dan keputusan. Jadi Manajemen Sistem Informasi Pendidikan adalah system mesin/manusia yang terpadu untuk menyajikan informasi yang digunakan dalam bidang pendidikan. Sistem informasi yang dibangun menjadi pendukung dalam fungsi operasi, manajemen dan pengambilan keputusan dalam bidang pendidikan.
Wilayah garapan Manajemen Sistem Informasi Pendidikan meliputi:
- Peningkatan kemampuan manajerial di bidang pendidikan dalam dengan spefikasi stanadarisasi, implementasi, pengawasan, evaluasi, kualitas kebijakan dan perencanaan pendidikan dengan akurasi dan akselerasi data yang valid.
- Mewujudkan system basis data bidang pendidikan
- Terlembaganya sistem informasi pendidikan di semua wilayah Indonesia
Soal 2. Bagaimana proses penggunaan Manajemen Sistem Informasi Pendidikan (MSIP) dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan ?
Jawab: :
Proses penggunaan MSIP adalah :
a. Data-data dan segala informasi dalam bidang pendidikan dikumpulkan, diklasifikasi dan diolah dalam sebuah sistem informasi agar bisa bermakna serta membantu dalam pembuatan keputusan.
b. Data yang telah diolah kemudian disimpan dan dipublikasikan ke seluruh entitas pendidikan (dan juga di sebar atau di upload ke internet untuk diketahui publik secara luas.
c. Dari publikasi tersebut diperoleh informasi yang bersifat buttom up (dari seluruh wilayah) untuk ditindak lanjuti.
d. Salah satu hasil yang sangat krusial dan strategis dari keberadaan Manajemen Sistem Informasi Pendidikan adalah dihasilkannya pemetaan sekolah secara akurat. Dengan bantuan program-program pengolah data modern dan perangkat lunak lain, pemetaan sekolah tidak hanya memetakan sekolah dari segi kualifikasi dan sebaran tetapi juga dari segi atribut atau kondisi sekolah.
Soal 3. Klasifikasikan kemudian deskripsikan jenis data yang biasa digunakan untuk kepentingan MSIP ?
Jawab: :
Klasifikasi jenis data yang digunakan dalam MSIP terbagi dua, yaitu data dari kalangan birokrasi atau pemerintah dan data dari non birokrasi. Kedua data itu harus selalu di update dalam kurun waktu tertentu karena tingkat perubahan di lapangan bisa terjadi setiap waktu. ’Updating’ data yang dilakukan dengan menggunakan Sistem Informasi yang menggabungkan antara kemampuan manusia dengan mesin (komputer dan alat pendukung teknologi informasi lainnya) akan mudah dilakukan dengan hasil yang memiliki akurasi dan akselerasi yang memuaskan.
Deskripsi jenis data tersebut adalah :
Data dari pemerintah/birokrasi, yaitu Undang-undang, peratuaran, ketetapan/keputusan, edaran, anjuran, standar kurikulum, nomor statistik sekolah, nomor induk personil/pegawai (NIP), NUPTK (Nomor Induk Pendidik dan Tenaga Kependidikan), hasil monitoring/supervisi/audit,reward/bantuan/blok grant, standart-standart, penilaian/akreditasi, dan lain-lain.
Data pada sekolah/organisasi, yaitu data siswa, personil (guru dan staf administrasi), keuangan, komite/organisasi sekolah, barabg-barang inventaris/perlengkapan (barang tidak bergerak, tanah dan bangunan; barang-barang bergerak ; perabot, peralatan-peralatan teknis). Barang-barang non inventaris (habis pakai), bukti kerja sama/MoU, prestasi, pengembangan kurikulum dan silabus, tata tertib, perencanaan/strategi, keputusan/ketetapan intern, dan lain-lain.
Soal 4 : Deskripsikan fungsi manajeman sistem informasi dalam konteks perencanaan ?
Jawab:
Fungsi sistem informasi dalam konteks Perencanaan:
Strategi yang telah dirumuskan dan ditetapkan memerlukan penjabaran melalui kegiatan perencanaan. Perencanaan adalah pengambilan keputusan sekarang tentang hal-hal yang akan dilakukan dalam satu kurun waktu tertentu di masa datang. Informasi yang dijawab dalam proses perencanaan adalah apa, dimana, kapan, bagaimana, siapa, dan mengapa.
Ditinjau dari jangka waktunya perencanaan terbagi ke dalam perencanaan jangka pendek, jangka menengah dan jangka pendek. Atau dikenal juga dengan istilah perencanaan strategis, perencanaan taktis dan perencanaan operasional. Manajemen sistem informasi yang memadukan kemampuan manusia dengan mesin akan membuat sebuah perencanaan yang baik tentang pengembangan/peningkatan ketika akan memulai sesuatu yang baru karena didukung oleh adanya data dan informasi yang diolah oleh mesin (komputer) yang memiliki daya hitung dan kemampuan pengolahan informasi dalam hitungan detik.
Soal 5: Berikan penjelasan perbedaan manajemen sistem informasi pendidikan konvensional dengan berbasis komputer (modern), dalam kontek planning, actuating,innovating, organizing, staffing, controlling, representing, coordinating?
Jawab: :
Planning atau Perencanaan, yaitu suatu proses pembuatan rencana setelah mendapatkan feedback dari pelaksanaan sebelumnya atau juga berupa antisipasi situasi dilapangan.
Actuating atau realisasi kerja, yaitu pelaksanaan dari rencana yang telah ditetapkan sebelumnya
Directing adalah :Pengarahan, yaitu pemberian penjelasan terhadap pembagian kerja yang telah disusun sebelumnya dan juga hal-hal lain yang berkait dengan pelaksanaan kerja.
Innovating atau Peningkatan Perbaikan/inovasi, adalah pemberian motivasi yang dilakukan oleh para manajer kepada bawahannya, atau bisa juga diantara teman sekerja.
Organizing atau Pengorganisasian, adalah penempatan orang-orang yang terlibat dalam suatu organisasi.
Staffing adalah : Manajemen Kepegawaian, adalah segala hal yang menyangkut deskripsi jabatan/keahlian,fungsi, wewenang dan tanggung jawab.
Controlling adalah : Pengendalian, adalah pengawasan yang disertai dengan perbaikan-perbaikan saat pelaksanaan kerja diselaraskan dengan rencana yang telah ditetapkan.
Representing atau representasi adalah Sumbangan dengan tugas pimpinan antara lain, menghadiri/memimpin rapat, melakukan perjalanan, melakukan kontrak/hubungan dengan pihak lain.
Coordinating atau Koordinasi adalah hubungan tata kerja antara satu bagian dan bagian yang lain dalam suatu organisasi.
Perbedaan Manajemen Sistem Informasi Pendidikan antara model yang konvensional dengan yang berbasis komputer/modern adalah :
· Model Konvensional, adalah sistem informasi yang dikerjakan secara manual. Pemrosesan data dilakukan tidak secara otomatis tetapi menggunakan cara-cara lama (dengan kalkulator atau mesin tik/hitung) sehingga memerlukan waktu yang lama serta kemungkinan kesalahan yang cukup besar. Sistem Operasional Presedut (SOP) yang dipraktekan terlalu berbelit sehingga tingkat efektifitas dan efisiensi dari alur data berlangsung lama.
· Model Berbasis Komputer (Modern). MSIP berbasis komputer atau Computer Based Information System (CBIS) adalah sebuah sistem informasi yang menggunakan komputer dan teknologi telekomunikasi untuk melakukan tugas-tugas yang dikehendaki sehingga mampu melaksanakan komputasi numerik, bervolume besar, dengan kecepatan tinggi, menyediakan komunikasi dalam satu sekolah atau antar sekolah yang murah, akurat dan cepat. Sistem Operasional Prosedur yang digunakan lebih efektif dan efisien.
Beberapa kelebihan penggunaan Manajemen Sistem Informasi dengan basis komputer dibanding manual adalah:
- Menyimpan informasi dalam jumlah yang sangat besar dalam ruang yang kecil tetapi mudah diakses
- Melakukan pengaksesan informasi yang sangat banyak diseluruh dunia dengan cepat dan murah
- Meningkatkan efektivitas dan efesiensi pekerjaan
- Menyajikan informasi dengan jelas dan menggunakan pikiran
- Mengotomatiskan proses-proses pekerjaan, mempercepat pengetikan dan penyuntimngan
- Output yang dihasilkan lebih variatif dan menarik serta bisa dibaca dengan mudah oleh stakeholder atau kalangan publik pada umumnya.
Soal 6 : Salah satu contoh penerapan manajemen sistem informasi pendidikan di sekolah adalah e-learning. Buatlah contoh sederhana penerapan program e-learning di sekolah dalam hal : Pengembangan Perpustakaan Digital (Digital Library)
Jawab :
Salah satu konsep/bentuk pengembangan perpustakaan digital (digital Library) adalah :
- Penerapan teknologi informasi digunakan sebagai sistem informasi manajemen perpustakaan. Bidang pekerjaan yang diintegrasikan dengan sistem tersebut adalah pengadaan, inventarisasi, katalogisasi, sirkulasi bahan pustaka, pengelolaan anggota, statistik dan lain sebagainya. Fungsi ini sering diistilahkan sebagai bentuk automasi perpustakaan.
- Penerapan teknologi informasi sebagai sarana untuk menyimpan, mendapatkan dan menyebarluaskan informasi ilmu pengetahuan dalam format digital. Cakupannnya antara lain : Pengadaan koleksi, katalogisasi, inventarisasi, sirkulasi, reserve, inter-library loan
- Pengelolaan dan penerbitan berkala
- Penyediaan katalog
- Pengelolaan anggota
- Daftar peminjaman dan pengembalian buku
Penyedia teknologi informasi yang digunakan dalam layanan informasi referensi dikembangkan dengan menyediakan koleksi dalam bentuk digital yang dikemas dalam bentuk CD-ROM dan akses informasi ke jaringan internet.
Kemampuan koleksi dalam bentuk CD-ROM adalah informasi dapat diakses dengan tidak hanya menggunakan media computer, tapi juga dengan menggunakan sarana lain misalnya DVD-Player.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar